^^^^^
Saya rasa menggunakan kata
perempuan terdengar lebih elegan daripada wanita. Itu presepsi pribadi, kalian
boleh berpendapat yang beda J.
Well, happy reading. Hehe...
Perempuan, kata yang tidak
sederhana dan itu selaras dengan artinya. Perempuan adalah mahkluk ciptaan
Tuhan yang berwujud manusia yang diciptakan ke dua setelah laki-laki -merujuk
pada cerita penciptaan Hawa setelah Adam-.
Perempuan secara fisik dan seks
adalah semua kebalikan dari laki-laki. Beberapa bagian yang mencolok antara
perempuan dan laki-laki dari ujung kepala sampai ujung kaki memiliki perbedaan,
dan itu menjadi dasar dari kalimat yang sering kita dengar sebagai : lawan
jenis. Yah, sesuai dengan artinya yang memang kebalikan dari laki-laki. Namun,
apabila bicara tentang mental/sifat, tidak semua perempuan memiliki mental yang
seharusnya perempuan miliki. Begitupun sebaliknya, laki-laki juga ada yang
tidak memiliki mental yang seharusnya laki-laki miliki. Ada tingkatan khusus
mengenai hal ini yang mungkin kita kenal dengan kelainan seks.
Definisi lain menyebutkan bahwa
perempuan adalah Makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna dengan kodratnya sebagai
pasangan untuk lawan jenisnya. Dimana Hawa diciptakan untuk menemani Adam
ketika di Surga, Khadijah diciptakan untuk baginda nabi Muhammad SAW, Fatimah
untuk Ali bin Abi-Thalib, Sinta untuk Rama, Juliet untuk Romeo, Lailah untuk
Majnun, dan Yoruba untuk Oshun, dan begitupula dengan Saya yang diciptakan
untuk laki-laki yang sudah dituliskan di lauh mahfudz (bisa jadi kamu yang
sedang baca artikel ini) #eakk
Tidak ketinggalan pula dalam satu surah khusus
Al-Qur’an juga membahas tentang perempuan, dengan mendetail dan sangat jelas, yaitu
surah An-Nisa (Q.S : 4) yang terdiri dari 176 ayat. Ada beberapa poin yang
bermaksud untuk memuliakan wanita loh (saya bangga dong dengan ini). Namun kalian
tidak akan menemukan artikel wanita dalam Al-Qur’an secara rinci disini, ya
selain karena artikel ini tidak bertemakan tentang itu, saya juga rada-rada
takut untuk menafsirkan sendiri hehe. So, better you guys searching on your
google by yourself yahh.
Lalu, pada paragraf ini saya
mencoba untuk menjabarkan pemikiran saya tentang perempuan, as a woman of
course *wkwkwk. Oke, kita mulai dari satu pertanyaan yang sering di keluhkan
oleh sebagian besar penduduk bumi :
“kenapa perempuan itu rumit, sih?, bertele-tele pula”
Well, walaupun tidak semuanya, tapi
saya mengakui bahwa perempuan itu memang suka merumitkan sesuatu yang bisa
disederhanakan, memperpanjang sesuatu yang bisa disingkatkan, dan seringkali
memendam sesuatu yang bisa diungkapkan *uhuk* (termasuk saya pribadi sih, haha).
Jawabannya kompleks. Perempuan sulit menerima sesuatu yang diluar harapannya
dan perempuan tidak memiliki satu pikiran tentang sesuatu, pikiran kami
bercabang-cabang bahkan cabang-cabangnya itu dapat bercabang lagi. Kenapa?
karena perempuan suka untuk menduga-duga dan suka mempertanyakan sesuatu, “apa
jika begini?”, “apa jika begitu”, “bagaimana jika begini”, “bagaimana jika begitu”,
kira-kira gambaran seperti itu yang otomatis akan hadir dalam pemikiran kami
tentang satu hal. Kami tidak akan menjatuhkan
suatu keputusan secara langsung tanpa melibatkan praduga dan prasangka baik
negatif ataupun positifnya. Ini seperti sistem persidangan dimana hakim tidak
akan langsung menjatuhi hukuman kepada tersangka walaupun tersangkanya sudah
jelas-jelas bersalah, melainkan akan diproses dengan melibatkan jaksa,
pengacara, dan saksi. Saya tidak melebay-lebaykan perumpamaan karena memang
seperti itu jalan pemikiran sebagian perempuan. Misalkan saat akan menikah,
yang paling banyak pikiran siapa? Yang paling pusing memikirkan ini dan itu
siapa? Yang paling rempong siapa? Dan
yang paling sering merasa was-was siapa? Ya, jawabannya perempuan. Kenapa masih
was-was padahal laki-laki yang diharapkannya sudah jelas-jelas akan menjadi
pendamping selamanya? Ini pernikahan loh yah, yang notabenenya sudah Jelas,
tapi perempuan masih sering mempertanyan sesuatu dalam pikirannya. Mungkin laki-laki
juga akan merasa was-was namun saya jamin tidak sebanding dengan yang dirasakan
perempuan. Saya tidak tahu jelas bagaimana pemikiran laki-laki dalam memandang
suatu hal *mbo ya saya perempuan mas/mba*
“Aduh... apa dia
benar-benar cinta ya?”,
“bulu mata w nanti lentik
ga yah”,
“entar kalau keringat di
pelaminan, w lap pakai tissue atau spons bedak wardah?”
“nanti kalau foto
nikahan, w senyum kalem atau keliatan gigi ya?”,
“bedak w ga rata”,
“nanti foto w nyerong ke
kiri atau ke kanan nih? W mancung kalau diliat dari kiri”,
“kalau upload foto
nikahan di ig, caption bahasa inggrisnya apa yah yang bagus?”,
“bagaimana kalau nanti
muka w kalau bangun tidur disamping dia pasti jelek” dan sebagainya dan
sebagainya. Dibanding laki-laki, perempuan lebih sering berpikir panjang
sehingga itu yang membuatnya rumit. As i wrote above : perempuan suka
menduga-duga.
Dari sekian banyak
penjabaran yang masih ambigu di atas, sebenarnya masih banyak yang ingin saya
jelaskan namun apalah daya kapasitas pemikiran hanya bisa sampai disini. Masih banyak
hal-hal yang bergelut dalam kepala, tapi seperti problem kebanyakan dari
penulis : stuck in the end of the middle hehe.
Well, selain untuk
menuangkan pemikiran saya agar tidak bersarang terlalu lama dalam kepala,
tulisan ini juga bertujuan untuk melatih sinkronisasi jari dengan isi kepala
saya yang terkadang suka bertolak belakang dan yah, hal tersebut
sangat-sangatlah menyebalkan.
Terimakasih banyak untuk
manusia-manusia yang sudah mampir dan membaca tulisan alakadarnya ini. J
“diriku adalah penikmat
aksara, pengagum kisah dan biarkan diriku menari bersama pena dan tinta”
Komentar
Posting Komentar
hai.. enter your comments here and be polite. thanks... :)